Dana Tipis tapi Belanja Banyak, Beli Nyicil Jadi Strategi Arsenal

Dana Tipis tapi Belanja Banyak, Beli Nyicil Jadi Strategi Arsenal

Jakarta – Arsenal beritanya cuma punyai dana 45 juta euro (seputar Rp 713 miliar) di bursa transfer musim panas 2019. Tetapi mereka nyatanya dapat beli beberapa pemain dengan ongkos mahal. Beli nyicil jadi taktik The Gunnres.

Sebelum bursa transfer musim panas 2019 dibuka, beberapa laporan menyebutkan bila dana berbelanja Arsenal cuma dibatasi sekitar 45 juta euro oleh manajemen club. Penetapan itu dikerjakan sebab perolehan Mesut Oezil dkk yang tidak berhasil maju ke Liga Champions.

Berita itu sudah sempat dibantah oleh pejabat Arsenal, Vinai Venkatesham. Dia memperjelas belum pernah faksinya keluarkan klaim 45 juta euro untuk batasan berbelanja pemain. Meskipun begitu, dia tidak menolak bila dana club hanya terbatas karena tiga tahun beruntun tidak berhasil masuk Liga Champions.

Sebenarnya, Arsenal malah jadi di Liga Inggris paling boros musim ini. Tertera, The Gunners telah habiskan keseluruhan 152,4 juta euro (Rp 2,4 triliun) untuk berbelanja pemain.

Nicolas Pepe jadi rekor transfer termahal Arsenal dengan bandrol 80 juta euro. Pemain bertahan William Saliba dibeli pada harga 30 juta euro. Paling anyar, Kieran Teirney serta David Luiz digaet seharga 27 serta 8,7 juta euro ke Emirates Fase.

Nilai yang fenomenal itu jelas melewati klaim angka 45 juta euro yang sudah sempat diklaim jadi dana hanya terbatas pelatih Unai Emery.

Dana hanya terbatas itu pasti dapat makin bertambah bila ada pemain yang di jual. Serta selama ini The Gunners memperoleh jumlahnya yang cukup, yaitu 50,3 juta euro dari penjualan beberapa pemain. Alex Iwobi dilepaskan Arsenal pada harga 30,4 juta euro ke Everton. Pemain Nigeria itu menjadi penjualan paling tinggi The Gunners pada musim ini.

Baca Juga : Berharga Rp 1 T, Lukaku Pembelian Termahal Inter Milan

Bekasnya beberapa pemain di jual dengan nominal dibawah 10 juta euro. Beberapa pemain itu salah satunya Krystian Bielik (8,2 juta euro), Laurent Koscielny (5 juta euro), David Ospina (3,5 juta euro), Carl Jenkinson (2,2 juta euro), dan Takuma Asano (1 juta euro).

Jika keseluruhan ongkos penjualan ditambah lagi klaim dana hanya terbatas Arsenal, maka terkumpul ongkos sebesar 95,3 juta euro.

Angka itu belum juga imbang dengan jumlahnya pengeluaran Arsenal yang sebesar 152,4 juta euro. Neraca keuangan The Gunners masih terhitung defisit 57,1 juta euro, dari hasil nilai pembelian dikurangi nilai penjualan.

Mengakali hal itu, Arsenal punyai taktik berbelanja supaya tidak defisit di tahun yang sama. Taktik itu dengan menebar uang untuk angsuran pemain, dan pembayaran pemain diawalnya kontrak.

Misalnya, Arsenal membayar uang muka sebesar 20 juta euro pada Lille untuk membawa Pepe. The Gunners akan membayar cicilanya sepanjang empat tahun dengan ongkos 13 juta per tahun.

Club asal London Utara mencicil pembayaran William Saliba dari Saint Etienne. Saliba baru dapat dibawa ke Emirates musim depan saat pembayaran sudah lunas. Arsenal diberitakan bernegoisasi dengan faksi Glasgow Celtic berkaitan pola pembayaran angsuran untuk memperoleh layanan Tiereny.

Taktik pembayaran angsuran ini dapat dibuktikan dapat menyiasati terbatasnya modal berbelanja Arsenal. Beberapa pemain baru yang sesuai dengan keperluan Unai Emery juga bisa digaet untuk modal The Gunners mengmelawan musim baru.