Digadang Kandidat Juara, The Lionesses Pantang Anggap Remah

Digadang Kandidat Juara, The Lionesses Pantang Anggap Remah

LE HARVE – Jadi satu diantara favorit di arena Piala Dunia Wanita 2019 tidak membuat Inggris rasakan jemawa. The Lionesses memperjelas menampik menyepelekan tiap intimidasi yang menghambat, terhitung dari Argentina.

Jika pertemuan ini berlangsung di antara team pria, duel yang akan berjalan di Stade Oceane, Prancis, pagi hari kelak, tentunya akan jadi pertandingan yang begitu ditunggu. Soalnya, Inggris serta Argentina adalah team besar dan kuat. Tetapi, ini tidak berlaku di Piala Dunia Wanita.

Beberapa srikandi Argentina tidak sekuat Lionel Messi dkk. Dapat dibuktikan sepanjang ikuti pertandingan ini, langkah Albicelestes tidak dapat melalui penyisihan group. Bahkan juga, pada edisi 2011 serta 2015, mereka tidak berhasil lolos kwalifikasi. Selain itu, beberapa skrikandi Inggris dapat dikit menyeimbangi team pria. Mereka dapat mencatat prestasi bagus dengan tembus perempat final sampai 3x berturut-turut.

Bahkan juga, pada acara 2015, team yang sekarang diasuh Phil Neville itu dapat merampas juara tiga. Hasil pada pertandingan pertama Group D turut menunjukkan ketidaksamaan kemampuan kedua-duanya. Inggris memulai debutnya dengan menyalip Skotlandia 2-1 melalui penalti Nikita Parris serta gol Ellen White.

Baca Juga : Banyak Hoax Soal De Ligt, Mino Raiola Akhirnya Buka Mulut

Sesaat Argentina cuma main kacamata kontra Jepang yang disebut runner-up empat tahun yang lalu. Tetapi, semuanya tidak membuat Inggris besar kepala. Mereka mengatakan masih memandang serius Argentina.

“Saya rasa kebanyakan orang dalam kompetisi ini punyai misi tertentu. Karenanya, kami tentunya tidak menyepelekan team mana juga,” sebut penjaga gawang Inggris Karen Bardsley dikutip skysport. Bardsley memandang, walaupun Inggris sempat melumat Argentina 6-1 waktu penyisihan group Piala Dunia Wanita 2007, bukan bermakna hal sama akan terulang lagi.

Menurut dia akan beresiko bila masih memandang wakil Amerika Latin itu jadi team lemah. “Saya rasa kami harus siap-siap hadapi semua peluang. Kami harus memandang ini seperti menentang team papan atas. Kami harus waspada dengan apa yang bisa jadi berlangsung di lapangan,” tutur Bardsley.

Fakta Bardsley minta pada rekan-rekannya tidak untuk memandang sepele musuh, sebab Argentina mempunyai pemain yang merumput bersama dengan club besar Eropa salah satunya Soledad Jaimes yang disebut ujung tombak Olympique Lyon. “Sudah begitu jelas kami tidak bisa menyepelekan beberapa pemain itu. Tak perlu disangsikan jika Argentina adalah team bagus, lebih bila Anda dapat menyeimbangi team hebat jenis Jepang,” papar Bardsley.

Sesuai dengan perkataan Bardsley, tidak ada fakta buat Inggris melihat Argentina mata sebelah. Ditambah lagi armada Carlos Borrello dipercaya akan mengerahkan seluruh potensi untuk mencapai point penuh supaya usaha kesempatan meluncur ke babak 16 besar masih terbuka.

Diluar itu, Argentina sempat juga unjuk kemampuan dengan menaklukkan Uruguay 3-1 pada pertandingan pertemanan di Estadio Provincial Juan Gilberto Funes pada 24 Mei kemarin. Waktu itu Argentina borong dahulu tiga gol salah satunya atas nama Jaimes.