Ayah Neymar Senang jika Anaknya Didakwa dengan Kejahatan Cyber

Ayah Neymar Senang jika Anaknya Didakwa dengan Kejahatan Cyber

RIO DE JANEIRO – Neymar Jr berterima kasih atas suport kebanyakan orang. Hal tersebut dikatakannya waktu tinggalkan Kantor Polisi Cidade da Policia, Rio de Janeiro, Kamis (6/6/2019) waktu ditempat.

Kehadiran Neymar Jr bersama dengan ayahnya, pengawal, serta pengacara ke Kantor Polisi Cidade da Policia untuk mengklarifikasi permasalahan yang sedang ditemuinya. Beberapa puluh wartawan terkonsentrasi dalam tempat itu untuk dengarkan pengakuan dari pemain berumur 27 tahun itu.

Neymar hadir ke kantor polisi dengan memakai kursi roda sesudah ia alami luka pergelangan kaki waktu jalani pertandingan pertemanan menentang Qatar, kemarin. Sesudah dua jam ada di Kantor Polisi Cidade da Policia, Neymar bersama rombongan keluar.

Neymar pada akhirnya memberi pengakuan pada wartawan yang telah menanti semenjak sore. “Saya ingin berterim kasih atas semua suport pada saya, rekan-rekan, serta kebanyakan orang yang temani saya. Terima kasih atas cinta kalian, ini memberitahu jika saya rasakan begitu di cintai serta saya mengucapkan terima kasih atas kasih sayang itu,” jelas Neymar, Jumat (7/6).

Baca Juga : Hat-trick Ronaldo ke Gawang Swiss Bawa Portugal Lolos ke Final

Maira Fernandes sebagai pengacara Neymar, menjelaskan jika kehadiran bekas bintang Barcelona itu cuma untuk mengklarifikasi kabar berita yang sedang ramai. Di muka faksi berkuasa, ia bersikukuh akui tidak bersalah serta menampik dakwaan mode cantik, Najila Trindade Mendes de Souza.

Masalah yang menerpa Neymar dapat disebutkan cukup susah. Bukan sekedar terima dakwaan pemerkosaan saja, ia sangat terpaksa punyai urusan dengan Komisariat Penindasan Kejahatan Computer. Bahkan juga faksi berkuasa minta pengakuan sah Neymar berkaitan fakta mempublikasikan video di jaringan sosialnya yang tunjukkan pembicaraan dengan wanita yang menuduhnya lakukan pemerkosaan.

Sesudah publikasi video, yang dihapus oleh Instagram sebab menyalahi ketentuan media sosial, faksi berkuasa buka penyidikan pada Neymar untuk kejahatan virtual. Di Brasil, menyebarluaskan gambar atau video seksual lewat cara apapun tanpa ada kesepakatan korban, karena itu aktor tindak kejahatan itu akan terima hukuman penjara minimum satu sampai lima tahun kurungan. Ayah Neymar, Santos menjelaskan dalam satu pengakuan belakangan ini jika dia lebih senang putranya dituduh dengan kejahatan cyber dibanding satu per pelanggaran.