Alasan Pensiun dan Cara Torres Jadikan Momen Perpisahannya Berkesan

Alasan Pensiun dan Cara Torres Jadikan Momen Perpisahannya Berkesan

TOKYO – Fernando Torres memandang penghargaan yang dia dapatkan dari dunia sepak bola jadi “trofi paling besar” yang dimenangkannya sepanjang 18 tahun berkarier jadi pesepak bola profesional. Itu dikatakannya waktu dia siap-siap gantung sepatu alias pensiun pada Agustus akan datang.

Torres awalnya menginformasikan berita mengagetkan waktu dia putuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola. Pengumuman itu dia berikan di account Twitter pribadinya, kemarin.

Pemain berumur 35 tahun yang sudah pernah mengantar timnas Spanyol keluar jadi juara Piala Dunia 2010 serta 2x mengusung trofi di Piala Eropa itu mengutamakan jika terdapat beberapa masa lalu dalam profesinya ketimbangan memenangi gelar prestise.

“Sesudah melihat reaksi dunia sepak bola, saya merasakan benar-benar bangga dengan semua yang bisa saya capai sepanjang profesi saya,” kata Torres dalam pertemuan wartawan di Tokyo diambil dari Kyodonews, Minggu (23/6/2019).

“Kadang pemain sepak bola cuma konsentrasi pada trofi. Saya mengerjakannya di waktu dulu. Saya ingin memenangi trofi sebanyak-banyaknya serta saat ini akhir dari perjalanan profesi saya sudah hadir. Saya melihat ke belakang serta hal paling baik yang saya capai ialah rasa hormat kebanyakan orang,” lebih Torres.

Baca Juga : Lewat Instagram Dani Alves Umumkan Tinggalkan PSG

Bermain pada musim ke-2 dengan team Jepang, Torres menjelaskan telah saatnya untuk berhenti sebelum dia sampai titik dalam profesinya saat dia tidak dapat memberikan dianya sinyal yang memberi kepuasan. Ia akan mainkan laga terakhir kalinya pada 23 Agustus waktu Tosu hadapi Vissel Kobe.

Kemudian, akhiri profesinya jadi pesepak bola profesional, Torres akui masih bersama dengan Sagan jadi penasihat. “Saya mempunyai keinginan tinggi pada diri saya sendiri. Saya tetap ingin jujur ​​dan tampil di level yang saya fikir harus saya kerjakan,” tuturnya. “Saya fikir waktu dimana saya tidak bisa tampil di level yang saya tanyakanlah pada diri saya sendiri tidak menyenangkan.

Saya ingin akhiri sebelum itu berlangsung. Ucapkan selamat tinggal pada sepak bola di samping dua rekan yang benar-benar hebat – yang kami bagi ingatan yang benar-benar baik bersama ialah suatu yang hebat. Jadi saya coba cari peristiwa ikonik untuk mainkan laga paling akhir saya serta saya fikir ini peristiwa yang prima,” tambah Torres.

Dengan dua bulan sisa dalam profesinya, Torres menerangkan jika ia cuma konsentrasi pada satu laga. Sagan Tosu mempunyai tujuh laga liga yang direncanakan sebelum laga 23 Agustus di kandang.

“Saya akan tempatkan usaha 100 % saya di tiap kursus jadi lebih baik walau pada akhirnya akan tiba,” pungkas Torres, yang akan ucapkan salam perpisahan dengan dilihat Andres Iniesta serta David Villa.