Terungkap, Alasan Griezmann Tak Rayakan Gol ke Gawang Uruguay

Terungkap, Alasan Griezmann Tak Rayakan Gol ke Gawang Uruguay

 

Agen bola online _ NIZHNY NOVGOROD – Antoine Griezmann berperan besar dalam memulangkan Uruguay dari Piala Dunia 2018. Juru gedor itu mencetak gol kedua Prancis dan pengumpan untuk gol pertama yang dilesakkan Raphael Varane. Namun, pada dua kesempatan tersebut, tak sekalipun penggawa Atletico Madrid itu melakukan selebrasi. Reaksinya hanya menerima pelukan dari rekan-rekannya.
Baca juga : Suarez : Pengaruh Cavani Sangat Besar Terhadap Permainan Saya
“Saya memilih untuk tidak merayakan gol,” ujarnya saat menerima trofi player of the match di Nizhny Novgorod Stadium, Nizhny Novgorod, dini hari kemarin.

Apa alasan pemain berusia 27 tahun itu? “Di awal karier saya, saya dibimbing oleh orang Uruguay, jadi saya sangat menghormati Uruguay da masyarakatnya,” ujar Griezmann.

Orang yang dimaksud Griezmann adalah Martin Lasarte, pelatihnya saat dia bergabung ke Real Sociedad 2009 lalu. Di klub itu dia juga memiliki hubungan yang baik dengan orang Uruguay juga,   Carlos Bueno.  Saking baiknya hubungan Griezmann-Lasarte- Bueno, sang penyerang menjadi terobsesi dengan segala hal berbau Uruguay.

Griezmann yang berbicara Bahasa Spanyol dengan fasih juga mempunyai aksen Uruguay. Klub sepak bola favoritnya tidak berasal dari Ligue 1 atau Prancis lainnya, tapi tim asal Uruguay Penarol. Dia bahkan kerap kedapatan menyanyikan lagu kebangsaan Penarol.

Ketika dia menerima pinangan Atletico Madrid, rasa cintanya terhadap Uruguay semakin dalam. Di sana dia berkarib dengan  Cristian Rodriguez, Jose Gimenez, Diego Godin dan pelatih kebugaran klub  Oscar Ortega. Griezmann juga amat mengidolakan striker La Celeste milik Paris Saint Germain Edinson Cavani.

“Griezmann sangat  Uruguay. Dia mencoba untuk seperti orang Uruguay,” ungkap gelandang Uruguay   Nahitan Nandez.

Namun, penyerang La Celeste Luis Suarez muak dengan obsesi Griezmann. Menurutnya, Griezmann terlalu berpura-pura menyukai Uruguay.

“Sekeras apapun dia mencoba, dia tetap orang Prancis. Dia tidak mempunyai ‘rasa’ sebagai orang Uruguay dan bagaimana kami bekerja keras hingga bisa sukses di sepak bola,” tegas Suarez.  “Boleh saja dia bisa bicara dengan aksen kami, atau kebiasaannya yang mirip kami tapi dia bukan orang kami.”