Grup E: Benteng Tangguh, Jadi Modal Utama Kosta Rika

Grup E: Benteng Tangguh, Jadi Modal Utama Kosta Rika

Agen bola online _ MOSCOW – Menjadi tim yang tidak diunggulkan justru akan membuat Kosta Rika tampil lepas di Piala Dunia 2018. Hal itu sudah mereka buktikan pada Piala Dunia 2014 lalu. Mereka lolos hingga putaran perempat final saat itu. Kosta Rika berharap hal serupa terulang di Rusia.

Namun, banyak juga yang menyebut Kosta Rika tak akan bisa mengulang momen indah tersebut apalagi melampaui prestasi mereka empat tahun lalu. Tapi, Pasukan Oscar Ramirez tak peduli, mereka bertekad mematahkan prediksi tu sekali lagi.
Baca juga : Di Rusia, Messi Mau Buang Label Pemain Bintang
Tak mungkin rasanya suatu tim lolos ke Piala Dunia karena faktor keberuntungan saja. Perlu kerja keras dan semangat juang untuk menggapainya. Kosta Rika sudah membuktikan hal tersebut dalam tiga laga uji coba terakhir. Mereka mampu meraih dua menang dan sekali kalah.

Saat menghadapi Skotlandia, Kosta Rika menang 1-0. catatan yang bisa diambil dari laga ini adalah bahwa pertahanan mereka sangat susah untuk ditembus. Sementara itu di laga ujicoba kedua menghadapi Tunisa, Mereka kalah tipis 1-0. Mental pemain sempat jatuh setelah laga tersebut. Akan tetapi mereka tak berlarut dalam kesedihan. Bryan Ruiz dkk, bangkit di laga uji coba ketiga dan menang 3-0 saat menghadapi Irlandia Utara.

Tim: Kosta Rika
Kode tim: CRC
Julukan: La Sele, La Muerte, La Tricolor, Los Ticos
Asosiasi: Federacion Costarricense de Futbol (FEDEFUTBOL)
Tahun berdiri: 1921
Peringkat: 25
Pelatih: Oscar Ramirez
Kapten: Bryan Ruiz

Histori

Jejak ke Rusia
Kosta Rika tercatat sudah lebih dari sekali menembus babak utama Piala Dunia, dan penampilannya di Piala Dunia Rusia 2018 ini bakal menjadi partisipasi mereka yang kelima.

Tim dari zona CONCACAF (Amerika Utara) ini mempunyai modal yang cukup baik di Piala Dunia kali ini. Ya, dalam penampilan terakhirnya di Piala Dunia Brasil 2014, mereka sukses menembus perempat final. Langkah Kosta Rika dihentikan oleh Belanda melalui drama adu penalti di Brasil.

Banyak yang tidak menduga Kosta Rika, yang berada di Grup D PD 2014, mampu menyaingi tiga tim mantan pemenang Piala Dunia, seperti Inggris, Italia dan Uruguay. Keylor Navas dkk secara mengejutkan menjuarai Grup D dan melenggang ke babak 16 besar.

Mereka pun mampu melalui 16 besar dan melenggang ke perempat final, setelah merebut kemenangan adu tos-tosan dengan juara Eropa 2004, Yunani. Penampilan perdana Los Ticos di babak utama Piala Dunia sendiri terjadi pada 1990 di Italia. Kala itu, langkah mereka terhenti di 16 besar. Kemudian pada penampilan Piala Dunia 2002 dan 2006, mereka terhenti di penyisihan grup.

Kosta Rika mengawali pertandingan dengan baik di babak final kualifikasi CONCACAF dengan kemenangan 2-0 atas Trinidad & Tobago dan kemudian unggul 4-0 atas Amerika Serikat.

Tim besutan Oscar Ramirez ini memperlihatkan performa mengesankan lainnya, yakni ketika membekuk tuan rumah AS dengan skor 2-0. Meskipun menderita tiga kekalahan beruntun di pertandingan terakhirnya, Kosta Rika tetap berhak lolos ke Rusia dengan menempati posisi kedua. Dari CONCACAF, Kosta Rika akan terbang ke Rusia bersama Meksiko dan Panama.

Peluang di Piala Dunia 2018
Serbia, Brasil, dan Swiss bukanlah tantangan yang mudah di Grup E. Namun, Kosta Rika tetap mampu melewati grup yang lebih ganas pada Piala Dunia Brasil empat tahun lalu.

halaman ke-1 dari 2
Kosta Rika memang mempunyai harapan, akan tetapi perlu diingat, Kosta Rika yang sekarang berbeda dengan empat tahun lalu, yang kala itu tampak tajam dan efektif di bawah arahan Jorge Luis Pinto.

Namun yang menjadi catatan bahwa pertahanan Kosta Rika saat ini sangat susah untuk ditembus. Diprediksi tim seperti Serbia ataupun Swiss akan kewalahan untuk membongkar tembok pertahanan mereka. Mengandalakan permainan kolektif dan kekompakan tim  merupakan nilai plus Kosta Rika untuk lolos dari Grup E.

Penampilan terbaik di Piala Dunia
Perempat final: 2014

Skuat Piala Dunia 2018
Kiper
: Keylor Navas (Real Madrid), Patrick Pemberton (Liga Deportiva Alajuelense), Leonel Moreira (Herediano)

Belakang: Cristian Gamboa (Celtic), Ian Smith (Norrkoping), Ronald Matarrita (New York City), Bryan Oviedo (Sunderland), Oscar Duarte (Espanyol), Giancarlo Gonzalez (Bologna), Francisco Calvo (Minnesota United), Kendall Waston (Vancouver Whitecaps), Johnny Acosta (Aguilas Dorados)

Tengah: David Guzman (Portland Timbers), Yeltsin Tejeda (Lausanne-Sport), Celso Borges (Deportivo La Coruna), Randall Azofeifa (Herediano), Rodney Wallace (New York City), Bryan Ruiz (Sporting CP), Daniel Colindres (Saprissa), Christian Bolanos (Saprissa)

Depan: Johan Venegas (Saprissa), Joel Campbell (Real Betis), Marco Urena (LAFC)