Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

7 Hal yang Harus Real Madrid Waspadai Saat Jumpa Juventus di Final Liga Champions

7 Hal yang Harus Real Madrid Waspadai Saat Jumpa Juventus di Final Liga Champions

Agen bola online _ MADRID – Partai penentu Liga Champions akan berlangsung di National Stadium, Cardiff pada 4 Juni 2017. Saat itu, Real Madrid dan Juventus akan saling jegal untuk membukukan rekor tersendiri.

Real Madrid akan menjuarai Liga Champions untuk ke-12 kalinya jika mampu mengalahkan Juventus. Bila skenario itu terjadi, armada Zinedine Zidane kian jauh meninggalkan AC Milan yang baru tujuh kali juara.
Baca juga : Beckham Nyaris Gabung AS Roma karena Francesco Totti
Bila melihat pengalamannya di Liga Champions, Real Madrid lebih diunggulkan. Apalagi, Cristiano Ronaldo dkk punya catatan bagus saat final. Selama tiga musim terakhir, Los Blancos selalu menang tiap kali hadir di fase penentu.

Pada final 2013/2014 dan 2015/2016, Real Madrid mampu mengalahkan Atletico Madrid. Tapi, bukan berarti Los Galactico bisa bersantai. Soalnya, ada tujuh hal yang mungkin bisa menghambat.

1. Kutukan juaran bertahan

Selama hampir 16 tahun atau setelah 1989/1990, tidak pernah ada lagi tim yang menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut. Sekalipun sudah masuk final, Real Madrid belum tentu bakal juara.
Itu pernah dialami AC Milan, Juventus dan Manchester United.  Di edisi 1993/1994, AC Milan menggasak Barcelona 4-0 di final. Tapi, musim berikutnya dikalahkan Ajax Amsterdam 0-1.
Saat partai puncak Liga Champions 1995/1996, Juventus sukses mengalahkan Ajax 4-2 (1-1) lewat adu penalti. Tapi, kala final 1996/1997, La Vecchia Signora dihabisi Borussia Dortmund  1-3.
Lalu, saat final 2007/2008, Manchester United bisa menjegal ambisi Chelsea. Sialnya, ketika berhasil lagi menembus partai penentu 2008/2009, Setan Merah malah dipermalukan Barcelona 1-3.

2. Kesialan Juara Piala Dunia Antarklub
Sejak Piala Dunia Antarklub digelar pada 2000, tidak pernah ada pemenang yang bisa menjuarai Liga Champions pada musim yang sama. Perlu diingat Real Madrid memenangi Piala Dunia Antarklub 2016.

3.  Ancaman mantan pemain
Gonzalo Higuain dan Sami Khedira pernah membela Real Madrid sebelum bergabung dengan Juventus. Keduanya mungkin saja bakal jadi batu sandungan bagi Cristiano Ronaldo dkk.

4. Mitos tahun ganjil
Real Madrid boleh saja sudah 11 kali menjuarai Liga Champions. Tapi, sejak era 1960-an, Los Blancos selalu gagal jadi juara pada musim ganjil. Dan, final 2016/2017 merupakan musim ganjil.

5. Sejarah klub Italia
Ada catatan unik di Liga Champions. Terhitung mulai 1996, klub Italia selalu jadi penguasa setiap tujuh musim.  Juventus bisa juara pada 1995/1996.  Tujuh musim kemudian atau pada 2002/2003, AC Milan berjaya.  Terakhir Inter Milan pada 2009/2010.

6. Ambisi treble winner
Menurut statistik, klub yang sukses menjuarai kompetisi domestik dan piala liga, kerap menjuarai Liga Champions jika masuk final, alias membukukan treble winner. Itu pernah dilakukan Ajax (1971/1972), PSV (1987/1988).
Lalu Manchester United (1998/1999), Barcelona (2008/2009 dan 2014/2015), Inter Milan  (2009/2010) serta Bayern Muenchen (2012/2013). Dan, musim ini Juventus sudah menyabet Scudetto dan Coppa Italia.

7. Kenangan buruk jersey ungu
Real Madrid akan mengenakan seragam warna ungu saat nanti melawan Juventus di final Liga Champions. Masalahnya, ketika memakai jersey ini, Real Madrid sudah dua kali kalah pada musim ini.