Nil Maizar Tidak Sepakat Indonesia Soccer Championship Dibubarkan

Nil Maizar Tidak Sepakat Indonesia Soccer Championship Dibubarkan 

Nil Maizar Tidak Sepakat Indonesia Soccer Championship Dibubarkan

Bandar Bola, Agen Casino, Agen Togel, Agen Judi Tangkas Terbaik – Padang – Pelatih Semen Padang FC, Nil Maizar, mengatakan tidak sepakat dengan adanya rencana pembubaran Indonesia Soccer Championship akibat kerusuhan antara suporter Persija dan aparat kepolisian di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Nil mengatakan turnamen Torabika Soccer Championship yang sedang berlangsung saat ini sangat penting bagi semua klub peserta. Bila Indonesia Soccer Championship dibubarkan, akan berdampak besar terhadap klub lain yang menjadi peserta. “Kalau Persija yang terbukti terlibat dalam kerusuhan, jangan semua klub menanggung akibatnya,” ujarnya, Senin, 27 Juni 2016.

Nil memberikan contoh kasus, yakni hukuman yang diberikan kepada Madura United akibat ulah suporternya yang membakar flare secara masif. Madura United tidak diperbolehkan bermain di kandangnya di Bangkalan, tapi harus berlaga di tempat netral sebanyak tiga kali.

Nil meminta sanksi yang berkaitan dengan kerusuhan di Gelora Bung Karno itu diserahkan kepada Komisi Disiplin. Namun, dia mengingatkan, apa pun jenis sanksinya, tidak boleh sampai membubarkan turnamen. “Saat suporter Rusia dan Inggris bentrok, Piala Eropa tetap jalan, kok,” katanya.

Direktur Teknik Semen Padang FC Iskandar Zulkarnain mengatakan sebaiknya pemerintah bersikap arif dan bijaksana menyikapi kerusuhan tersebut. Bukan membubarkan Indonesia Soccer Championship.

Baca Juga : Real Madrid Ingin Boyong Kembali Morata ke Barnabeu

Jika kompetisi ini dibubarkan, kata Iskandar, banyak pihak yang akan dirugikan, seperti tim dan semua pemain. “Yang tidak melakukan pelanggaran apa-apa akan menanggung dampaknya,” ucap Zulkarnain.

Seperti diketahui, kerusuhan terjadi Jumat malam lalu, 24 Juni 2016, di Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat itu sedang berlangsung pertandingan antara Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC dalam laga Torabica Soccer Championship. Suporter Persija menyalakan flare yang direspons polisi dengan menembakkan gas air mata ke kerumunan suporter.