Marah, Terim Tuduh Turki ‘Lempar Handuk’ kepada Spanyol

Marah, Terim Tuduh Turki ‘Lempar Handuk’ kepada Spanyol  

Marah, Terim Tuduh Turki 'Lempar Handuk' kepada Spanyol

Bandar Bola, Agen Casino, Agen Togel, Agen Judi Tangkas Terbaik – Jakarta – Pelatih tim nasional Turki, Fatih Terim, menuduh timnya “melempar handuk” (menyerah) kepada Spanyol yang mengalahkan Turki 0-3 pada laga Sabtu dinihari, 18 Juni 2016.

Turki menelan kekalahan kedua berturut-turut di Grup D dan harus memenangi laga terakhirnya melawan Republik Cek untuk mendapat peluang mencapai babak kedua lewat jalur “empat tim posisi ketiga terbaik”.

“Hari ini tim nasional kami ‘melempar handuk’,” katanya kepada wartawan. “Anda bisa pastikan saya tidak pernah menerima hal ini. Atas nama tim, saya sangat marah. Saya akan melakukan hal yang semestinya.”

Kapten timnas Turki, Arda Turan, kesulitan mempengaruhi pertandingan dan terus disoraki pendukungnya sendiri.

“Tidak bagus menyaksikan Arda disoraki penggemar kami sendiri,” ucap Terim. “Tak ada pelatih yang ingin berada dalam situasi itu. Arda adalah salah seorang dari pemain kami yang paling penting. Ini tak seharusnya terjadi. Tak ada yang pantas mendapat itu. Cara mereka meneriaki Arda telah mempengaruhi tim kami.”

Andres Iniesta, yang merancang gol Spanyol dan tampil menawan di tengah, juga membela Turan, yang merupakan rekan satu timnya di Barcelona.

“Adalah situasi yang sulit bagi seorang pemain yang diteriaki pendukungnya sendiri,” ujar Iniesta, yang menjadi man of the match pada pertandingan itu.

Baca Juga : Piala Eropa, Dilema Del Bosque: De Gea atau Casillas

Terim sendiri menyoroti kesalahan yang dilakukan pemainnya sehingga berakibat gol Spanyol.

“Kami kemasukan dua dol akibat kesalahan individual. Salah satunya keterlaluan,” tutur Terim. “Saya mengucapkan selamat kepada Spanyol. Spanyol adalah tim yang sangat penting, tim yang spesial.”

Ia menambahkan, “Pada 30 menit pertama, kami baik-baik saja. Tapi, setelah itu, kami tidak lagi bermain bagus. Kemasukan kedua kali semakin mempersulit kami. Setelah kemasukan ketiga kali, kami berantakan.”